Pelaku Umkm Dihimbau Tetap Lapor Spt Tahunan Meski Usaha Tutup Akibat Pandemi

Perusahaan berharap bisnisnya mampu bertahan di tengah krisis virus Corona. Hal itu tidak bisa dihindari dan mendorong perusahaan ke situasi kebangkrutan. Merdeka.com – Beredar informasi sembilan perusahaan besar ditutup dan bangkrut imbas pandemi Covid-19. Dari sembilan perusahaan itu, dituliskan nama perusahaan produksi mobil, Nissan Motor.co hingga perusahaan investasi. Ekonomi masyarakat yang terganggu ditambah imbauan untuk membatasi mobilitas di luar rumah membuat banyak pelaku usaha, baik skala besar maupun kecil, susah payah untuk tetap bertahan hidup.

“Langkah yang salah dalam penanganan Covid akan memicu ke jurang resesi yang memungkinkan dipergunakan oknum kontra pemerintah dan berakibat tidak stabilnya politik,” sambungnya. “Hilangnya bisnis akan berdampak bertambahnya pengganguran dan pengurangan konsumen spending yang berdampak langsung anjloknya GDP atau Gross Domestik Produk,” papar Alvin. Mantan Wakil Presiden Bank of America ini pun menyarankan pemerintah menghitung secara matang dampak pelaksanaan PPKM Darurat yang terlalu lama, terhadap perekonomian RI. Shingga beban perekonomian mereka akibat kebijakan tersebut, menjadi sedikit lebih ringan. Ia mengatakan, tujuan PPKM seharusnya mencegah penularan Covid bukan menghukum pemilik usaha yang notabene mencari makan pula.

Pada dasarnya PHK adalah hal yang harus dihindari oleh perusahaan, pekerja, serikat pekerja dan pemerintah. Dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja. Jika benar-benar tidak menghasilkan persetujuan, Perusahaan hanya dapat memutuskan hubungan kerja dengan pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial . Dalam hal ini Pekerja berhak atas uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan Pasal 156 ayat , uang penghargaan masa kerja sebesar 1 kali ketentuan Pasal 156 ayat dan uang penggantian hak sesuai sesuai ketentuan Pasal 156 ayat .

Berikut ini daftar perusahaan ritel yang tutup usaha saat pandemi Covid-19. “Harus ada langkah riil dan terencana kepada masyarakat terdampak yang melibatkan pemerintah, perusahaan besar dan multinasional, serta masyarakat golongan atas untuk Indonesia dapat melewati decelerate ekonomi akibat pandemi,” lanjutnya. Perusahaan dan pabrik-pabrik, menurut Alvin sudah merasakan dampak wabah virus corona, sehingga menutup bisnis mereka. Sedangkan menurut survei Asian Development Bank juga menyatakan UMKM yang berhenti seketika karena terdampak Covid-19 whole Lomba Togel 48,four persen dari sixty two juta UMKM yang ada.

Sementara itu, 26% responden mengaku kesulitan dalam mengajukan pinjaman ke financial institution. Sejak Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan standing wabah virus corona atau Covid-19 menjadi pandemi, pemerintah Indonesia menghimbau agar masyarakat berkegiatan di rumah saja sebagai upaya mitigasi. Tentu saja keputusan ini berdampak besar untuk para pengusaha, khususnya mereka yang bergerak di industri ritel.

Banyak bisnis yang tutup dikarekan pandemi

Namun satu-satunya cara saat ini adalah terus berusaha sebaik mungkin dan beradaptasi agar bisa bertahan dengan bisnis Anda. Semoga bahasan artikel ini dapat memotivasi diri Anda untuk tetap bertahan dan terus belajar mengembangkan bisnis Anda, ya. Pengusaha sukses tidak berhenti usaha karena tantangan pandemi COVID-19, apalagi gara-gara kesalahan di masa lalu. Bagi mereka, tantangan bukanlah halangan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Pemasaran adalah topik yang selalu hangat dan menarik untuk dipelajari.

Dengan begitu pelaku usaha dapat mengambil keputusan untuk perusahaan dengan bijak. Bahan pangan kebutuhan pokok hasil dari pertanian seperti beras, sayur-sayuran, umbi-umbian dan lain sebagainya merupakan salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat yang harus terpenuhi dalam kondisi apapun, termasuk kondisi pandemi covid 19. Hal ini membuat usaha perdagangan bahan pokok menjadi salah satu sektor yang bertahan bahkan semakin melonjak permintaannya ditengah pandemi. Dampak penurunan omzet diikuti oleh terhambatnya kegiatan operasional dan finansial usaha. Sebanyak 65% responden mengalami masalah pada kegiatan usaha, seperti usaha harus tutup sementara, kesulitan adaptasi do business from home , serta 24% masalah operasional bersumber dari pelanggan seperti menurunnya daya beli konsumen. Sebanyak 68% responden mengalami masalah keuangan internal, seperti kenaikan biaya operasional untuk protokol kesehatan , dan harus menggunakan modal kerja pribadi.

Keluhan yang sama datang dari Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association Surabaya, Steven H Lasawengen. Ia mengungkapkan bahwa pengusaha mendukung penuh dan taat atas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat guna mutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hanya saja, pelaksanaan di lapangan banyak terjadi ketidaksinkronan dengan aturan yang telah ditetapkan. Salah satu pengusaha kontainer ekspor impor, Tommy Kaihatu mengakui akses ekspor yang dilakukan dirinya mengalami dua hambatan sekaligus, yakni karena akses jalan yang ditutup dengan adanya PPKM Darrurat, serta down’nya sistem Bea Cukai. Oleh karena itu, pastikan kondisi finansialmu siap untuk memulai bisnis. Buat price range dan anggaran yang kira-kira akan kamu keluarkan untuk memulainya, kemudian periksa apakah jumlah tabunganmu memungkinkan untuk melaksanakannya.